Akibat Intimidasi Karyawan, Kapus Gekbrong Dan Pegawainya Segera Dipanggil

Minggu, 24 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur,patrolinews86.com – KEPALA Puskesmas (Kapus) Gekbrong, Ratna Witarsih akan segera dipanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, terkait dugaan adanya ancaman dan intimidasi kepada karwayan untuk penandatanganan surat pertanggungjawaban (SPJ) dana kapitasi yang diduga bodong,(24/04/2022).

Sekretaris Dinkes Cianjur, Yusman Faisal menyayangkan dugaan ancaman kepada karyawan yang diduga dilakukan oleh pegawai TU Puskesmas Gekbrong melalui grup WhatsApp tersebut. Ia pun mengaku akan segera memanggil kepala puskesmas dan pegawai TU untuk dimintai keterangan.
“Mengancam itu tidak boleh secara aturan. Itu juga salah satu hal masukan ke bersangkutan untuk tidak boleh menekan seperti itu kepada karyawan. Kita akan memanggil kepala puskesmas dan TU. Sebenarnya kami sudah dua kali memanggil, tapi kita akan panggil lagi,” ungkapnya.

Di samping upayanya untuk memintai keterangan, Yusman mengaku pihaknya juga tengah menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian. “Ya, kita juga sambil menunggu hasil pemeriksaan polisi termasuk soal pengiriman yang dari rekening pribadi. Nanti pasti ketemu dalam pemeriksaan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, belum selesai dengan kasus asusila yang diduga dilakukan seorang kepala puskesmas, dunia kesehatan Cianjur kembali membuat heboh. Kini, Bendahara Puskesmas Gekbrong diduga melakukan tindak pidana korupsi dana kapitasi senilai ratusan juta rupiah. Benarkah?

Ya, kasus tersebut mencuat usai semua karyawan Puskesmas Gekbrong melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. Diakui sejumlah karyawan, mereka sempat dipaksa dan diancam oleh pimpinan puskesmas untuk menandatangani surat pertanggungjawaban (SPJ) bodong guna bahan pemeriksaan polisi.
Salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya menerangkan, sikap semua karyawan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian karena berkaitan dengan hak semua karyawan, yakni dana kapitasi untuk jasa pelayanan yang tidak diterima. Saat disinggung dugaan adanya keterlibatan kepala puskesmas, ia enggan berkomentar banyak dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.

“Entah yang Januari atau Februari, intinya yang satu bulan dana kapitasinya belum kita terima. Katanya dipakai oleh bendahara. Sudah mah ga dapat, karyawan malah disuruh tanda tangan SPJ kapitasi yang kita tidak dapat. Malah yang ga mau tanda tangan dianggap tidak hadir. Karyawan serba salah. Malah Kapus juga bilang kalau ada yang lapor ke mana-mana ke wartawan akan dituntut balik,” ujarnya saat ditemui patrolinews86 Sabtu 23-04-2022.

Saat dikonfirmasi langsung, Kepala Puskesmas Gekbrong, Ratna Witarsih menerangkan, permasalahan dugaan korupsi sudah ditangani pihak kepolisian. Pihaknya pun mengaku sudah memproses sesuai aturan dan melaporkannya ke Dinas Kesehatan Cianjur.
Terkait hak karyawan soal dana kapitasi, lanjut Ratna, jasa pelayanan yang belum diterima karyawan yakni periode Februari karena dananya terpakai Bendahara Puskesmas. Dalam kasus tersebut, ia mengaku sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
“Ya, saya sudah di-BAP dan saya tidak terlibat. Terkait mengancam karyawan itu tidak benar. Soal yang harus ditanda tangani, itu penerimaan jasa pelayanan tahun 2020 dan 2021 yang justru sudah ditransfer ke karyawan namun SPJ-nya belum ditanda tangani penerima,” akunya.

Sekali lagi, kami tidak ada SPJ fiktif. Semua uangnya sudah diterima oleh karyawan, suatu kewajiban jika penerima uang harus tanda tangan SPJ-nya. Kami minta karyawan untuk melengkapi SPJ 2020 dan 2021 didahulukan karena itu sudah terlalu lama belum dilengkapi juga. Sedangkan yang 2022 kan tahunnya berjalan,” pungkasnya.
(Deden Sudiana)

Berita Terkait

Persiapan Haji 2027, Kemenhaj Kabupaten Bandung Pastikan Jemaah Aman dan Kuota Berangkat Meningkat
SULTAN SEPUH CIREBON REBORN! PANGERAN KUDA PUTIH BAWA WARNA BARU DI ERA MODERN, DARI PELESTARIAN BUDAYA HINGGA GERAKAN NASIONAL STOP BULLYING
Ketua PK Golkar Solokan Jeruk Soroti Penurunan Kursi Partai dan Harapkan Figur Pimpinan DPD Kabupaten Bandung yang Solid
HALAQOH MENGENAL RASA | PESAN MENDALAM SULTAN SEPUH CIREBON DI HARI SANTRI NASIONAL 2026
DIPERTUAN AGUNG DAN-RI SAMPAIKAN DUKA MENDALAM ATAS WAFATNYA RAJA SAMU SAMU VI: “KAMI KEHILANGAN SAHABAT, SAUDARA, DAN SOSOK PEJUANG ADAT
Kang DS Dorong Para Santri di Kabupaten Bandung, agar Terus Tingkatkan Kapasitas Diri, Berani Tampil, dan Berperan Aktif dalam Pembangunan Bangsa
Satgas TMMD Sengkuyung IV 2026 Boyolali, Bekali Pelajar Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Narkoba
Peserta Didik Sespimma Polri Angkatan ke-76 Gelar FGD Optimalisasi Kerja Sama Satgas Pangan Polri dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Persiapan Haji 2027, Kemenhaj Kabupaten Bandung Pastikan Jemaah Aman dan Kuota Berangkat Meningkat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:24 WIB

SULTAN SEPUH CIREBON REBORN! PANGERAN KUDA PUTIH BAWA WARNA BARU DI ERA MODERN, DARI PELESTARIAN BUDAYA HINGGA GERAKAN NASIONAL STOP BULLYING

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Ketua PK Golkar Solokan Jeruk Soroti Penurunan Kursi Partai dan Harapkan Figur Pimpinan DPD Kabupaten Bandung yang Solid

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:47 WIB

HALAQOH MENGENAL RASA | PESAN MENDALAM SULTAN SEPUH CIREBON DI HARI SANTRI NASIONAL 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:35 WIB

DIPERTUAN AGUNG DAN-RI SAMPAIKAN DUKA MENDALAM ATAS WAFATNYA RAJA SAMU SAMU VI: “KAMI KEHILANGAN SAHABAT, SAUDARA, DAN SOSOK PEJUANG ADAT

Berita Terbaru