Kapolres juga menjelaskan, proses belajar mengajar anak secara tatap muka langsung merupakan hal yang sangat penting. Mengingat, hampir dua tahun semenjak Pandemi Covid-19, kita telah kehilangan momentum tersebut.
Namun di sisi lain, lanjut Kapolres, guna mewujudkan pembelajaran secara tatap muka langsung, harus ada jaminan kesehatan dan imunitas terhadap anak dari bahaya paparan virus corona, dan salah satunya adalah dengan memberikan suntikan vaksin terhadap para pelajar.
Penguatan imunitas terhadap anak, juga akan memberikan jaminan kesehatan kepada orang tua dan orang-orang yang ada di dalam lingkungan keluarganya. Sehingga, tidak perlu ada rasa khawatir munculnya klaster keluarga setelah PTM 100 persen diberlakukan, “pungkas Kapolres.
Sementara dari hasil monitoring kegiatan vaksinasi merdeka anak usia 6-11 tahun yang digelar di wilayah Tegal Barat pada hari ini dapat diperoleh data siswa yang dapat tervaksin sebanyak 388 siswa, dengan rincian sebagai berikut, SD Pius dapat tervaksin sebanyak 129 siswa, SD Al Khairiyah dapat tervaksin 160 siswa, SD Debong Lor dapat tervaksin 99 siswa.(HMS/Susi).
Halaman : 1 2
























