“Sementara kekuatan kader PDI Perjuangan di Legislatif saat ini terdapat 128 orang yang menduduki kursi DPR RI atau 22,26% dari total yang ada, kemudian sebanyak 418 orang di DPRD Provinsi se Indonesia, serta sebanyak 2804 orang yang menjabat sebagai anggota DPRD di tingkat kab/kota se-Indonesia,” terangnya.
Ketiga, masa bakti para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang selesai pada tahun 2022 dan 2023 yang jumlahnya kurang lebih separuh dari total yang ada, akan di PLT kan dari unsur ASN/Polri/TNI yang ditentukan oleh pemerintah melalui Kementrian Dalam Negeri.
“Sehingga tidak ada pesaing Ganjar-Puan dari unsur kepala daerah yang memanfaatkan posisi kepala daerahnya untuk nyapres di tahun 2024,” jelasnya.
Keempat, sambung dia, pesaing Ganjar-Puan yang berada di kabinet pemerintahan Jokowi pun juga akan sangat sulit untuk bergerak secara politik. Fokus pemerintah yang sedang berjuang memulihkan kondisi ekonomi nasional membutuhkan kabinet yang serius serta fokus terhadap permasalahan yang ada.
“Jika pesaing Ganjar-Puan terlalu fokus untuk nyapres, maka besar kemungkinan akan kehilangan kursi menterinya karena terkena reshuffle kabinet oleh presiden Jokowi,” ulasnya.
Terakhir, Ganjar Pranowo merupakan kader terbaik PDI Perjuangan yang hari ini selalu menjuarai berbagai hasil survey popularitas calon Presiden. Di sisi lain, Puan Maharani juga merupakan kader terbaik yang muncul dari aspirasi murni kader PDI Perjuangan yang ada di seluruh Indonesia.
Pilpres kali ini yang bertepatan dengan pemilihan legislatif sangat mempengaruhi hasil keduanya sebagai efek ekor jas (coat tail effect). Bisa saja karena penggabungan 2 kader terbaik PDI Perjuangan ini (Ganjar-Puan) yang juga merupakan kehendak kader bersama rakyat Indonesia.
“Maka hasil pemilu pada tahun 2024 nanti, suara PDI Perjuangan akan melebihi hasil perolehan suara PDI Perjuangan pada tahun 1999 yang hampir 34% pada saat itu,” pungkasnya.( Susi/tim Patrolinews86.com)
Halaman : 1 2
























