Cimahi, patrolinews86.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Cimahi merupakan RS type B yang dimiliki Pemkot Cimahi, dan berlokasi di tengah-tengah pusat Kota Cimahi. Saat ini RS Cibabat menerapkan kolaborasi manajemen antara Struktural dan Fungsional, artinya membenahi keharmonisan manajemen untuk mencapai kesuksesan kedepan nya. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Cibabat dr. H. Gamal MARS kepada patrolinews86.com, ketika ditemui pada Senin, tanggal 13/12 lalu.
dr. H. Gamal, yang baru 8 bulan menjabat Direktur RSUD Cibabat ini menambahkan, jumlah karyawan di RSUD Cibabat saat ini masih berlebih, makanya kami juga membuka praktek sore. “Rasio yang ideal itu adalah sekitar 800 karyawan, dimana 500 tenaga medis dan 300 nya non medis. Sekarang ada sekitar 1.050 karyawan. Mudah-mudahan dengan adanya praktek sore bisa terpecah dan untuk tenaga medis itu kayaknya tidak berlaku lagi jaga pagi dan sore, yang namanya fungsional itu ada jaga malam, ada jaga sore dan ada juga pagi”, ujar dr. H. Gamal.
Untuk jam kerja karyawan sesuai dengan kebijakan yang sudah cukup lama yaitu mulai Senin sampai Sabtu, walaupun kita berharap kalau bisa Senin sampai Jum’at tapi dengan waktu yang sama rasionya 40 jam per minggu. “Sehingga kalaupun karyawan mau dari Senin sampai Jum’at berarti masuknya jam 8.00 wib sampai jam 16.00 wib, sekarang jam 08.00 wib sampai 14.30 wib. Jadi sebenarnya itu khan ga ada masalah, tinggal nambahin jam kerjanya aja. Kalau Senin sampai Sabtu kerjanya 6 jam, dan kalau Senin sampai Jum’at kerjanya 7 atau 8 jam”. tambah dr. H. Gamal.
dr. H. Gamal, yang merupakan anak seorang Purnawirawan Perwira Menengah Kopassus ini berprinsip, bahwa sebagai Direktur RSUD Cibabat dia ingin menjaga keharmonisan manajemen antara pejabat fungsional dan dr Spesialis. Kita jangan melihat ke belakang, tapi harus memandang kedepan. Kita harus saling harmonis, karena untuk mencapai kesuksesan itu semua harus berkolaborasi antara struktural dan fungsional. Mulai dari manajemen sampai kepada unsur pelayanan, semuanya harus profesional. “Sampai saat ini semuanya cukup baik, sehingga harapan kita sudah sama satu rasa. Sudah saya coba untuk menerapkan transparansi, kepercayaan dan akuntabilitas, itu yang utama”, ujarnya.
Dengan adanya pandemi Covid-19 kemarin sempat membuat semuanya berantakan, keuangan juga berantakan. Yang akhirnya berdampak pada jasa-jasa pelayanan semua menurun. RSUD Cibabat sempat Menjadi RS khusus Covid-19 selama 3 bulan. Ketika itu pasien penuh dan membludak, bahkan sampai ada yg dipulangkan karena tempatnya penuh semua. “Sekarang ini dengan adanya BPJS, ada yang namanya fisikal berjenjang. Yakni pasien jika mau berobat yang memiliki E/KTP harus ke Puskesmas atau Klinik Kesehatan terdekat dulu, atau ke RS type C. Jadi tidak bisa langsung ke RS Cibabat, karena RS ini sudah type B”, ungkap dr. H. Gamal menutup pembicaraan. *(IH. Sianipar / Weni)*














