Pada kesempatan tersebut UU menjelaskan bahwa tujuan optimalisasi layanan informasi terpadu dan terintegrasi melalui pengembangan aplikasi si badu mirakyat di kabupaten kuningan, merupakan terobosan proyek perubahan atau inovasi dalam rangka penyempurnaan aplikasi yang telah ada. adapun proyek perubahan ini dilaksanakan melalui tahapan tujuan jangka pendek yaitu pengembangan fitur aplikasi berbasis web yang terpadu dengan metode one click services yakni terbangunnya fitur aplikasi layanan dan informasi fasilitasi legalitas produk, fitur aplikasi pemasaran berbasis online (e-katalog) dan fitur aplikasi data harga komoditi di pasar rakyat, selanjutnya untuk jangka menengah adalah pengembangan fitur aplikasi terpadu si badu mirakyat berbasis android yang bisa digunakan secara mudah oleh seluruh stakeholder, pelaku umkm dan masyarakat serta terintegrasinya dengan disdukcapil untuk data kependudukan, sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah terwujudnya Diskopdagperin Smart Services, layanan data terpadu dan terintegrasi dengan BAPPEDA, DISKOMINFO, DINSOS, DISDUKCAPIL, BPKAD dan DPMPTSP yang mampu memberikan layanan dan informasi data yang cepat serta akurat di kabupaten kuningan.
“untuk melakukan tindakan yang efektif, efisien dan terukur harus diawali dari data pelaku umkm yang akurat agar tidak salah sasaran. dari pemikiran tersebut, maka dibuatlah sibadu mirakyat sebagai solusi dalam tata kelola umkm yang dinamis yang telah dilaunching pada tahun lalu. Kemudian sehubungan dengan tugas Pendidikan Kempemimpinan Nasional Tingkat 2 (PKN 2) di Lembaga Administrasi Negara (LAN) republik indonesia maka proyek perubahan saya sebagai kepala diskopdagperin melakukan pengembangan aplikasi dimaksud” Jelas Uu Kusmana.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
























