Pengadaan Barjas di Disdik Kota Cirebon Perlu disorot , Aneh PPTK sampai tidak tau Apa – apa
Cirebon patrolinews86.com – Dalam rangka melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang terakhir kali diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 dan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2014 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi,
Menegaskan bahwa pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/kasa lainnya yang bernilai di atas Rp 200 juta dan pengadaan jasa konsultasi yang nilainya di atas Rp 50 juta pada seluruh unit wajib dilakukan secara elektronik (e-procurement) melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Dengan demikian, tercipta transparansi, efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik antara pengguna jasa dan penyedia jasa.
Namun apa jadinya kalau ada salah satu kegiatan di Dinas Pendidikan Kota Cirebon Contohnya pengadaan untuk Belanja hadiah yang bersifat perlombaan Dengan kodering 36623102 Sebesar Rp.265.juta lebih itu PPTK sama sekali tidak tau dan mengatakan tidak tau anggaran itu kemana karena saya baru masuk sebagai kasi baru mulai bulan juli 2023, tetapi kalau tidak salah dilaksanakan untuk kegiatan minat bakat sekolah dasar (SD) Calistung dan keuangan diarahkan untuk pembelian Tropi, Sertifikat dan Hadiah. Namun anehnya PPTK yang bernama Muzi Sebagai kasi peserta didik ini tidak tau Apa – apa . Padahal baik sebagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PPTK ( Pejabat pelaksana teknis kegiatan ) dan pengelola keuangan semestinya lebih teliti dan cermat dalam membaca, menganalisa, serta melaksanakan setiap tahap pengadaan melalui aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) sampai dengan pembayaran agar program Bener – bener dimengerti dan dipahami semua sejalan dengan program yang ada ,karena kalau bicara ” itu juga kalau tidak salah kegiatannya untuk itu” tentu jawaban itu menjadi sebuah tanda tanya besar sebagai PPTK tapi tidak paham akan kegiatannya. Tentu hal ini hawatir akan menimbulkan kerugian negara akibat dari tidak terbukanya antara PPK dan PPTK.
Diahir perbincangannya Muzi Sebagai Kasi dan PPTK dalam kegiatan ini menyarankan tim patroli untuk bisa ketemu dengan Kabid Dikdas yang bernama ibu Ade” mangga supaya jelas dengan dia aja mas.” Ungkap Muzi.
Sementara Kabid Dikdas yang bernama Ade saat mau di temui dirinya sedang rapat dengan para sarana bahkan kata stap yang menjaga pintu ruangan Kabid bilang bahwa rapatnya suka lama mas jadi lain waktu aja kesini lagi .”ungkap dia
Hingga berita ini diterbitkan baik Kabid atau kadisdik sangat sulit dihubungi bahkan terkesan menghindar.
Lip ..Andi KS